“Benar-benar sangat bodoh dan beruntung. [Northeast Airlines] adalah satu-satunya perusahaan yang pernah saya dengar yang menjualnya dengan harga kurang dari $5 per saham,” ucap Ray dilansir CNBC.com.
Pengalaman itu menjadi latar belakangnya memulai bisnis pengelolaan investasi. Dia mendirikan Bridgewater Associates setelah lulus kuliah di Harvard.
Awalnya, perusahan itu berupa entitas kecil dengan tujuan memperdagangkan komoditas. Bisnis itu gagal karena Ray kurang pengalaman.
Meski begitu, ia kembali berbisnis dengan nama perusahaan Bridgewater. Dia mendirikan perusahaan yang fokus di hedge fund atau dana lindung nilai.
Saat ini, Ray sudah pensiun dari posisi perusahaan tersebut. Namun, kekayaannya sudah menembus Rp218 triliun.
Dalam pembekalan calon menteri Prabowo di Hambalang kemarin, ia memberikan materi secara daring. Hal itu terungkap dari unggahan Instagram Story calon menteri Dito Ariotedjo.
Dito mengunggah foto layar yang menampilkan salindia bertajuk “What I Would Do If I Were in Your Shoes”. Ray Dalio juga tampak di layar kecil di sebelah kanan atas layar. Dito pun membubuhkan alamat akun Instagram @raydalio.
(dhf/tsa)
[Gambas:Video Suara-News]