“Kita tak boleh takut. Jangan pernah gadaikan diri kita dan hanya bilang enggak mau. Karena nanti jangan-jangan itu yang dimaksud mereka. Kalau anda tunduk, anda menyerah. Kita tak boleh menyerah,” ucap Yanuar.
Selain itu, Yanuar melihat Indonesia kini berada di persimpangan jalan yang menentukan nasib bangsa. Ia mengatakan buah hasil reformasi 1998 satu demi satu sudah dihancurkan, mulai dari KPK sampai kembalinya dwifungsi TNI.
Ia mengatakan bakal ada tipu muslihat lain ke depannya. Dia berpendapat masih ada rencana DPR untuk merevisi UU Polri. Karena itu, napas masyarakat sipil harus panjang untuk menolak aturan tersebut.
“Akan ada revisi UU Polri. Napas anda harus panjang. Dan anda tak boleh takut menyuarakan hal sama pada saatnya nanti. Lawan,” kata dia.
Pembahasan RUU TNI dinilai tidak transparan dan buru-buru. Selain itu, warga menilai RUU TNI ini menjadi pintu masuk bangkitnya dwifungsi angkatan bersenjata.
Namun, pemerintah dan DPR tetap mengesahkannya dalam rapat paripurna pada pagi tadi. Sejumlah elemen masyarakat sipil menggelar demonstrasi hari ini menolak UU TNI.
(rzr/tsa)
[Gambas:Video Suara-News]